Thursday, July 11, 2013

[Continuum band] Preamble & Introductory of The Band

Sebuah mukadimah, kata-kata pengantar dan sedikit pembahasan yang berhubungan dengan Continuum band, sebuah grup musik dari Bandung yang sebetulnya sudah terbentuk sejak akhir tahun 2012 lalu. 

Sedikit mengenai jenis musik yang diusung oleh band ini. Menurut penulis, bebas bagaimana teman-teman semua untuk menginterpretasikan musik Continuum band. Namun secara pribadi, juga penulis sebagai salah satu personil di band tersebut lebih menganggap bahwa musik/genre yang dibawa adalah alternative/rock/space-rock. Hanya saja, kami merepresentasikan musik Continuum sebagai band alternative/space rock sesuai dengan band ini sendiri. Mungkin bisa dikatakan sejenis dengan band-band lain yang sudah ada sebelumnya dengan genre yang serupa, atau mungkin cukup berbeda dengan musik-musik yang sejenis. Semuanya terserah, dan tentu saja kami juga berharap kalau teman-teman untuk bisa menikmati musik yang kami suguhkan. 


Tadi tentang musiknya, sekarang lanjut ke perkenalan para personilnya. Continuum band dibentuk dalam format kuartet yang terdiri dari empat orang dengan latar belakang yang beragam. Mari kita bahas satu per satu para personilnya saat ini. Continuum band pada awalnya terbentuk atas inisiatif Andreas Damiandito (vokal & gitar) yang pada saat itu mempertimbangkan untuk membentuk kembali sebuah kelompok musik setelah band yang sebelumnya diputuskan untuk hiatus. Sekarang ini juga masih merintis usaha kecil sebagai tutor gitar privat, illustrasi musik & mixing-mastering engineer (inquiry: andreas.damiandito@hotmail.co.id). Selanjutnya ada Luky Setiady. Selain senang bermusik, drummer handal ini juga aktif bekerja sebagai arsitek di salah satu biro arsitektur ternama di Bandung (inquirykylusetiady@gmail.com). Di posisi gitar satunya lagi ada Denny Priyatna, yang juga seorang penggiat desain produk lulusan salah satu perguruan tinggi negeri ternama di Bandung. Cek halaman facebooknya untuk melihat beberapa karyanya. (inquirydenny_priyatna@ymail.com). Dan personil yang memainkan bass, yaitu Adrie Pramudya, yang pada saat ini aktif dalam bidang musik orkestra dan sebagainya juga sedang merintis usaha sebagai pemusik di dunia wedding music (inquiry: adrie.pramudya@gmail.com).

Pada saat sekarang ini, apa yang sedang Continuum lakukan adalah lebih ke persiapan untuk mematangkan album EP yang sedang in progress. Tentu hal tersebut bukanlah hal yang ringan, disamping faktor-faktor mulai dari hal teknis - nonteknis, finansial, juga dari segi waktu karena kami juga cukup diprioritaskan dengan aktivitas masing-masing. Namun kembali ke nama Continuum itu sendiri yang memiliki makna "rangkaian kesatuan" dimana rangkaian kesatuan tersebut secara continuous akan terus berjalan. Tentu saja kami menginginkan yang terbaik dan sedang berusaha untuk itu. Hal positif sampai negatif dari skala kecil sampai besar pasti terjadi. Namun sekali lagi, hal kecil pun akan terasa luar biasa jika didapatkan dengan susah payah berpeluh asa. Ya, kadang bukan cepat atau lambatnya untuk sampai di tujuan, asalkan terus berjalan, semuanya sudah lebih baik daripada hanya duduk sambil mencela di barisan belakang.

Mengenai konten band dan sound streaming masih dalam pengerjaan (belum sepenuhnya dimixing-mastering, namun sudah bisa diperdengarkan). Silakan cek ke website sederhana kami di http://continuumband.wordpress.com/ .

Demikian review singkat kali ini mengenai Continuum band. Terimakasih untuk semuanya, semoga konten baik itu tentang band maupun dari tulisan ini lebih memiliki makna yang positif. Salam! 

Untuk inquiry Bandung dan sekitar, kontak : 081222401098 (Dhira)





RAWK!

Saturday, October 27, 2012

Continuum band - Primata Intergalaksi


Intro:
Mentari terbenam
Langit mulai padam
Pikiran terhalang
Awan gelap menghadang

Verse:
Panas bara api terpendam
Penuh asa aroma mendendam
Lidah bercabang yang deras berkoar
Tak sadar dengan dirinya sedang terbakar

Chorus 1:
Primata intergalaksi
Bagai bidak penuh amarah lantang beraksi
Primata intergalaksi
Individu terluka membuta penuh emosi

Chorus 2:
Primata intergalaksi
Bagai bidak penuh amarah lantang beraksi
Primata intergalaksi
Individu terluka membuta penuh emosi
Primata intergalaksi
Tuan tak berhati, tujuan menjadi obsesi
Primata intergalaksi
Seakan dunia ini milik sendiri



Saturday, July 28, 2012

Musik, Kreasi Dan Kontroversi

Sekedar share tentang sedikit lika-liku berkaitan dengan musik. Tulisan ini pernah dimuat sebagai artikel di salah satu webzine musik di kota Bandung. Selamat membaca.

Setiap orang, setiap lapisan masyarakat, baik itu di belahan bumi manapun pasti mengenal apa itu musik. Setiap dari kita punya selera masing – masing untuk musik. Menurut saya, musik merupakan salah satu penemuan oleh manusia yang paling brilian di muka bumi ini. Musik itu bisa dikatakan mirip seperti biologi, kalau dalam biologi terdapat klasifikasi mulai dari kingdom, family, genus, species dan sebagainya dimana kingdom merupakan pengklasifikasian untuk makhluk hidup secara luas, dan family, genus, spesies untuk pengklasifikasian makhluk hidup yang lebih detail. Sama seperti halnya di musik, di dalam musik terdapat berbagai jenis musik, mulai dari musik rock, blues, metal, pop, jazz, klasik dan masih banyak yang lainnya dimana di dalam musik rock masih terdapat berbagai jenis musik yang lainnya seperti hard rock, alternative rock, untuk musik metal ada heavy metal, progressive, metalcore, untuk musik jazz terdapat acid jazz, untuk music pop ada britpop dan lain sebagainya sampai berbagai detail dan jenis musik yang mungkin tidak dapat terhitung secara jelas. Sebenarnya musik juga masih banyak memiliki kemiripan dengan banyak hal lain seperti perhitungan matematis, filosofi dan lain sebagainya. Tentu saja hal tadi hanya sekilas intermezzo mengenai musik.

Selanjutnya musik secara kreasi, maksudnya di sini adalah bagaimana suatu jenis atau bahkan berbagai jenis musik diolah sampai akhirnya tercipta menjadi sebuah lagu. Tentu saja banyak orang di dunia ini yang berprofesi sebagai musisi, sehingga tentu saja terdapat banyak jenis musik dan lagu yang dapat kita dengar. Musik, menurut saya musik, lagu atau apapun sebutannya adalah suatu bentuk representatif dari yang menciptakannya. Entah itu musik yang berisi lirik hal yang berbau filosofis, politik, kegelapan, atau bahkan komedi. Dan dengan berbagai konten lain yang disuguhkan dalam suatu lagu. Hal itulah mungkin yang membuat musik mirip dengan biologi, dimana  setiap lagu memiliki karakter, nyawa dan pembawaannya masing – masing.
Selain itu, terdapat berbagai macam filosofi yang berkaitan dengan musik. Salah satunya, menurut saya musik itu seperti tahu dan tempe. Ya, sama seperti halnya tahu dan tempe, musik itu adalah selera dan tentu saja selera setiap personal adalah berbeda. Misal, terdapat orang yang senang makan tahu, tapi dia tidak senang makan tempe dan begitu pula sebaliknya. Dan ada pula mereka yang senang keduanya. Sama seperti halnya musik, selera itu tidak bisa dipaksakan. Ada orang yang senang hanya musik rock akan tetapi tidak suka mendengarkan jenis musik yang lainnya. Ada pula mereka yang suka mendengarkan semuanya. Ya, semua itu hanyalah selera, tentu saja saya pun sebagai seorang pemusik kecil – kecilan juga tidak bisa memaksakan semua orang supaya senang terhadap musik yang saya mainkan. Setiap musisi punya hak untuk berkreasi sesuai dengan karakternya, begitu pula masyarakat juga memiliki hak untuk mendengarkan jenis musik yang mereka senang.

Kontroversi di dalam dunia musik. Hmm tentunya banyak sekali kontroversi yang berkaitan dengan dunia musik. Salah satunya adalah hak cipta. Mungkin teman – teman juga banyak tahu soal hal tersebut, misal musisi A menciptakan sebuah lagu, dimana suatu waktu si musisi A tersebut digugat oleh musisi lain karena alasan meniru lagu ciptaan musisi lain tersebut. Dari contoh kasus tersebut, terlepas dari sengaja atau tidaknya si musisi A membuat lagu yang mirip dengan lagu musisi lain, saya memiliki suatu teori. Bahwa di dalam musik terdapat tangga nada "do – re – mi – fa – so – la – si" dan seterusnya, sehingga menurut saya suatu ketidaksengajaan seorang pemusik dalam menciptakan sebuah lagu yang mungkin mirip dengan lagu orang lain merupakan suatu hal yang wajar mengingat semua musisi tentu menggunakan "do – re – mi" tersebut di dalam nada – nada yang diciptakannya. Dan kalau kita mau teliti, menilik satu per satu lagu dari berbagai macam musisi dan jenis komposisi musik, pasti akan ditemukan kemiripan nada karena mungkin nada dasar yang kebetulan sama, sound gitar yang mirip, ambience musik yang serupa dan masih banyak hal lainnya yang bisa menjadi faktor penyebab kemiripan dalam kreasi bermusik yang tidak disengaja. Hal itulah yang menurut saya dapat menjadi kontroversi dalam dunia musik. Berbeda halnya dengan membuat sebuah lagu dengan menjiplak secara langsung karya orang lain, mungkin hanya dengan mengganti liriknya tapi nadanya sama, dan lain sebagainya. Saya juga menentang hal tersebut karena jelas sangat bersifat merugikan. Hal menjiplak karya orang lain tersebut sudah termasuk plagiarisme.

Selain itu, kiblat musik seseorang juga berpengaruh besar terhadap karyanya dalam menciptakan lagu. Mungkin bisa dikatakan apabila kiblat sebagian besar pemusik di Indonesia adalah musik barat ( rock, pop, blues, jazz dll ) sehingga banyak aspek dalam musikalitasnya yang mirip dengan musik – musik barat. Tentu saja dari hal yang mendasari kita dalam bermusik, bukan berarti menjiplak karya lain adalah sesuatu yang dibenarkan. Jadi, apa kamu sudah berkarya?

Wednesday, February 23, 2011

The Battlefield

The Battlefield ( of your life )
Everybody has their own dream & purpose in life
Whatever the dream, the purpose, they matter to us

Fight for your passion, and struggle in every battle of your dream
Chase your passion, then live your dream

Ingin menjadi akademisi..
Menjadi praktisi, jadilah akademisi & praktisi yang baik
Ingin menjadi pengusaha..
Jadilah pengusaha yang baik
Ingin menjadi pemimpin
Jadilah seorang pemimpin yang baik
Ingin menjadi apapun...
Jadikanlah itu yang baik

Keberuntungan, carilah keberuntunganmu sendiri
Jangan melihat orang lain sebagai tolak ukur hidupmu

Sudah merasa menjadi yang terbaik...
Jangan melihat keunggulanmu untuk merendahkan orang lain
Sudah merasa di atas...
Jangan melihat keberhasilanmu untuk menyepelekan orang lain

Banggalah atas apa yang bisa dirimu dapatkan
Tapi bukan berarti boleh mencibir perbedaan yang orang lain jalani

Sunday, October 24, 2010

Naughty Molly




Hello!
I have whiskers near my nose.
Don't question me why I got my neck tied.
I'm mischievous.




Molly:

This is me,
when my pal was busy for his exams.
Well, he is always busy,
for the things he has been thinking of.
I think that everything on his mind is overrated,
but he always denies it.






Yea, I know it's hard enough to live
as a being that stands on two feet, having
the biggest brain on earth and can speak.
Look, I can stand on two feet too, even just for a sec!









"Hey wait, my butt is itchy..."












Well, just do your thing,
and take it easy.







"Yea sure, I'll try"

Saturday, June 26, 2010

WELCOME!

Hello
But first thing first, only freaks who are able to understand all the shit that had been written on this page.