Sekedar share tentang sedikit lika-liku berkaitan dengan musik. Tulisan ini pernah dimuat sebagai artikel di salah satu webzine musik di kota Bandung. Selamat membaca.
Setiap
orang, setiap lapisan masyarakat, baik itu di belahan bumi manapun pasti
mengenal apa itu musik. Setiap dari kita punya selera masing – masing untuk
musik. Menurut saya, musik merupakan salah satu penemuan oleh manusia yang
paling brilian di muka bumi ini. Musik itu bisa dikatakan mirip seperti
biologi, kalau dalam biologi terdapat klasifikasi mulai dari kingdom, family, genus, species dan
sebagainya dimana kingdom merupakan
pengklasifikasian untuk makhluk hidup secara luas, dan family, genus, spesies untuk pengklasifikasian makhluk hidup yang
lebih detail. Sama seperti halnya di musik, di dalam musik terdapat berbagai
jenis musik, mulai dari musik rock, blues,
metal, pop, jazz, klasik dan masih banyak yang lainnya dimana di dalam
musik rock masih terdapat berbagai
jenis musik yang lainnya seperti hard
rock, alternative rock, untuk musik metal
ada heavy metal, progressive, metalcore,
untuk musik jazz terdapat acid jazz, untuk music pop ada britpop dan lain sebagainya sampai berbagai detail dan jenis musik yang
mungkin tidak dapat terhitung secara jelas. Sebenarnya musik juga masih banyak
memiliki kemiripan dengan banyak hal lain seperti perhitungan matematis,
filosofi dan lain sebagainya. Tentu saja hal tadi hanya sekilas intermezzo mengenai musik.
Selanjutnya
musik secara kreasi, maksudnya di sini adalah bagaimana suatu jenis atau bahkan
berbagai jenis musik diolah sampai akhirnya tercipta menjadi sebuah lagu. Tentu
saja banyak orang di dunia ini yang berprofesi sebagai musisi, sehingga tentu
saja terdapat banyak jenis musik dan lagu yang dapat kita dengar. Musik,
menurut saya musik, lagu atau apapun sebutannya adalah suatu bentuk
representatif dari yang menciptakannya. Entah itu musik yang berisi lirik hal
yang berbau filosofis, politik, kegelapan, atau bahkan komedi. Dan dengan
berbagai konten lain yang disuguhkan dalam suatu lagu. Hal itulah mungkin yang
membuat musik mirip dengan biologi, dimana setiap lagu memiliki karakter, nyawa dan
pembawaannya masing – masing.
Selain
itu, terdapat berbagai macam filosofi yang berkaitan dengan musik. Salah
satunya, menurut saya musik itu seperti tahu dan tempe. Ya, sama seperti halnya
tahu dan tempe, musik itu adalah selera dan tentu saja selera setiap personal adalah
berbeda. Misal, terdapat orang yang senang makan tahu, tapi dia tidak senang
makan tempe dan begitu pula sebaliknya. Dan ada pula mereka yang senang
keduanya. Sama seperti halnya musik, selera itu tidak bisa dipaksakan. Ada
orang yang senang hanya musik rock
akan tetapi tidak suka mendengarkan jenis musik yang lainnya. Ada pula mereka
yang suka mendengarkan semuanya. Ya, semua itu hanyalah selera, tentu saja saya
pun sebagai seorang pemusik kecil – kecilan juga tidak bisa memaksakan semua
orang supaya senang terhadap musik yang saya mainkan. Setiap musisi punya hak
untuk berkreasi sesuai dengan karakternya, begitu pula masyarakat juga memiliki
hak untuk mendengarkan jenis musik yang mereka senang.
Kontroversi
di dalam dunia musik. Hmm tentunya banyak sekali kontroversi yang berkaitan
dengan dunia musik. Salah satunya adalah hak cipta. Mungkin teman – teman juga
banyak tahu soal hal tersebut, misal musisi A menciptakan sebuah lagu, dimana
suatu waktu si musisi A tersebut digugat oleh musisi lain karena alasan meniru
lagu ciptaan musisi lain tersebut. Dari contoh kasus tersebut, terlepas dari
sengaja atau tidaknya si musisi A membuat lagu yang mirip dengan lagu musisi
lain, saya memiliki suatu teori. Bahwa di dalam musik terdapat tangga nada "do –
re – mi – fa – so – la – si" dan seterusnya, sehingga menurut saya suatu
ketidaksengajaan seorang pemusik dalam menciptakan sebuah lagu yang mungkin
mirip dengan lagu orang lain merupakan suatu hal yang wajar mengingat semua
musisi tentu menggunakan "do – re – mi" tersebut di dalam nada – nada yang
diciptakannya. Dan kalau kita mau teliti, menilik satu per satu lagu dari
berbagai macam musisi dan jenis komposisi musik, pasti akan ditemukan kemiripan
nada karena mungkin nada dasar yang kebetulan sama, sound gitar yang mirip,
ambience musik yang serupa dan masih banyak hal lainnya yang bisa menjadi
faktor penyebab kemiripan dalam kreasi bermusik yang tidak disengaja. Hal
itulah yang menurut saya dapat menjadi kontroversi dalam dunia musik. Berbeda
halnya dengan membuat sebuah lagu dengan menjiplak secara langsung karya orang
lain, mungkin hanya dengan mengganti liriknya tapi nadanya sama, dan lain
sebagainya. Saya juga menentang hal tersebut karena jelas sangat bersifat
merugikan. Hal menjiplak karya orang lain tersebut sudah termasuk plagiarisme.
Selain
itu, kiblat musik seseorang juga berpengaruh besar terhadap karyanya dalam
menciptakan lagu. Mungkin bisa dikatakan apabila kiblat sebagian besar pemusik
di Indonesia adalah musik barat ( rock,
pop, blues, jazz dll ) sehingga banyak aspek dalam musikalitasnya yang
mirip dengan musik – musik barat. Tentu saja dari hal yang mendasari kita dalam
bermusik, bukan berarti menjiplak karya lain adalah sesuatu yang dibenarkan. Jadi, apa kamu sudah berkarya?
No comments:
Post a Comment