Saturday, July 28, 2012

Musik, Kreasi Dan Kontroversi

Sekedar share tentang sedikit lika-liku berkaitan dengan musik. Tulisan ini pernah dimuat sebagai artikel di salah satu webzine musik di kota Bandung. Selamat membaca.

Setiap orang, setiap lapisan masyarakat, baik itu di belahan bumi manapun pasti mengenal apa itu musik. Setiap dari kita punya selera masing – masing untuk musik. Menurut saya, musik merupakan salah satu penemuan oleh manusia yang paling brilian di muka bumi ini. Musik itu bisa dikatakan mirip seperti biologi, kalau dalam biologi terdapat klasifikasi mulai dari kingdom, family, genus, species dan sebagainya dimana kingdom merupakan pengklasifikasian untuk makhluk hidup secara luas, dan family, genus, spesies untuk pengklasifikasian makhluk hidup yang lebih detail. Sama seperti halnya di musik, di dalam musik terdapat berbagai jenis musik, mulai dari musik rock, blues, metal, pop, jazz, klasik dan masih banyak yang lainnya dimana di dalam musik rock masih terdapat berbagai jenis musik yang lainnya seperti hard rock, alternative rock, untuk musik metal ada heavy metal, progressive, metalcore, untuk musik jazz terdapat acid jazz, untuk music pop ada britpop dan lain sebagainya sampai berbagai detail dan jenis musik yang mungkin tidak dapat terhitung secara jelas. Sebenarnya musik juga masih banyak memiliki kemiripan dengan banyak hal lain seperti perhitungan matematis, filosofi dan lain sebagainya. Tentu saja hal tadi hanya sekilas intermezzo mengenai musik.

Selanjutnya musik secara kreasi, maksudnya di sini adalah bagaimana suatu jenis atau bahkan berbagai jenis musik diolah sampai akhirnya tercipta menjadi sebuah lagu. Tentu saja banyak orang di dunia ini yang berprofesi sebagai musisi, sehingga tentu saja terdapat banyak jenis musik dan lagu yang dapat kita dengar. Musik, menurut saya musik, lagu atau apapun sebutannya adalah suatu bentuk representatif dari yang menciptakannya. Entah itu musik yang berisi lirik hal yang berbau filosofis, politik, kegelapan, atau bahkan komedi. Dan dengan berbagai konten lain yang disuguhkan dalam suatu lagu. Hal itulah mungkin yang membuat musik mirip dengan biologi, dimana  setiap lagu memiliki karakter, nyawa dan pembawaannya masing – masing.
Selain itu, terdapat berbagai macam filosofi yang berkaitan dengan musik. Salah satunya, menurut saya musik itu seperti tahu dan tempe. Ya, sama seperti halnya tahu dan tempe, musik itu adalah selera dan tentu saja selera setiap personal adalah berbeda. Misal, terdapat orang yang senang makan tahu, tapi dia tidak senang makan tempe dan begitu pula sebaliknya. Dan ada pula mereka yang senang keduanya. Sama seperti halnya musik, selera itu tidak bisa dipaksakan. Ada orang yang senang hanya musik rock akan tetapi tidak suka mendengarkan jenis musik yang lainnya. Ada pula mereka yang suka mendengarkan semuanya. Ya, semua itu hanyalah selera, tentu saja saya pun sebagai seorang pemusik kecil – kecilan juga tidak bisa memaksakan semua orang supaya senang terhadap musik yang saya mainkan. Setiap musisi punya hak untuk berkreasi sesuai dengan karakternya, begitu pula masyarakat juga memiliki hak untuk mendengarkan jenis musik yang mereka senang.

Kontroversi di dalam dunia musik. Hmm tentunya banyak sekali kontroversi yang berkaitan dengan dunia musik. Salah satunya adalah hak cipta. Mungkin teman – teman juga banyak tahu soal hal tersebut, misal musisi A menciptakan sebuah lagu, dimana suatu waktu si musisi A tersebut digugat oleh musisi lain karena alasan meniru lagu ciptaan musisi lain tersebut. Dari contoh kasus tersebut, terlepas dari sengaja atau tidaknya si musisi A membuat lagu yang mirip dengan lagu musisi lain, saya memiliki suatu teori. Bahwa di dalam musik terdapat tangga nada "do – re – mi – fa – so – la – si" dan seterusnya, sehingga menurut saya suatu ketidaksengajaan seorang pemusik dalam menciptakan sebuah lagu yang mungkin mirip dengan lagu orang lain merupakan suatu hal yang wajar mengingat semua musisi tentu menggunakan "do – re – mi" tersebut di dalam nada – nada yang diciptakannya. Dan kalau kita mau teliti, menilik satu per satu lagu dari berbagai macam musisi dan jenis komposisi musik, pasti akan ditemukan kemiripan nada karena mungkin nada dasar yang kebetulan sama, sound gitar yang mirip, ambience musik yang serupa dan masih banyak hal lainnya yang bisa menjadi faktor penyebab kemiripan dalam kreasi bermusik yang tidak disengaja. Hal itulah yang menurut saya dapat menjadi kontroversi dalam dunia musik. Berbeda halnya dengan membuat sebuah lagu dengan menjiplak secara langsung karya orang lain, mungkin hanya dengan mengganti liriknya tapi nadanya sama, dan lain sebagainya. Saya juga menentang hal tersebut karena jelas sangat bersifat merugikan. Hal menjiplak karya orang lain tersebut sudah termasuk plagiarisme.

Selain itu, kiblat musik seseorang juga berpengaruh besar terhadap karyanya dalam menciptakan lagu. Mungkin bisa dikatakan apabila kiblat sebagian besar pemusik di Indonesia adalah musik barat ( rock, pop, blues, jazz dll ) sehingga banyak aspek dalam musikalitasnya yang mirip dengan musik – musik barat. Tentu saja dari hal yang mendasari kita dalam bermusik, bukan berarti menjiplak karya lain adalah sesuatu yang dibenarkan. Jadi, apa kamu sudah berkarya?